Stimulus Fiskal mungkin saja adalah sebuah kalimat yang paling tren belakangan ini, tidak hanya di Indonesia bahkan dibelahan bumi manapun , Stimulus Fiskal bagi ahli ekonomi adalah obat yang paling mujarab dalam penyembuhan krisis global ,bahkan dengan keyakinan penuh ahli ekonomi mendesak pemerintahnya agar segera menjalankan stimulus fiskal.
Ketenaran Stimulus Fiskal juga merebak dikalangan pemerintah,seolah dengan stimulus fiskal keterperosokan ekonomi Indonesia akibat krisis global segera teratasi,tak sampai disitu sindrome stimulus fiskal juga terjadi di kalangan DPR walau sikapnya sedikit berbeda alias mengkritisi program tersebut,perbedaan ini muncul ketika kedua badan yang harusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat merasa pandangan masing-masing adalah yang paling benar.
Ragam pendapat sah-sah saja,perdebatan tak dilarang atau apapunlah namanya yang terpenting adalah bagaiman agar kehadiran stimulus fiskal dijalankan dengan cepat dan efektif, jangan hanya wacana yang dikembangkan dan diperdebatkan saja, apalagi mengingat stimulus fiskal telah di beritakan dari kapan hari oleh pemerintah ,bahkan jumlah serta alokasi anggarannya pun telah di umumkan (71.3 Triliun).
Ada hal yang tidak sinkron dan konsisten dalam program pemerintah tentang stimulus fiskal ini, awal dibuatnya program stimulus fiskal oleh pemerintah adalah bertujuan untuk menyediakan lahan pekerjaan baru,meningkatkan daya beli masyarakat dan mengerakan roda usaha dalam negeri,namun tujuan awal ini tak tampak bahkan terkesan aneh,bagaimana tidak aneh alokasi anggaran terbesar pada stimulus fiskal tersebut justru 60% dipergunakan untuk penurunan dan subsidi pajak.
Sedangkan anggaran yang harusnya berdampak langsung bagi masyarakat seperti misalkan pos pembelajaan pemerintah termasuk didalamnya pembangunan infrastruktur hanya dianggarkan 14% saja,jika hal ini yang terjadi maka akan timbul pertanyaan,sampai sejauh mana efektivitas stimulus fiskal ini kepada masyarakat jika anggaan yang berdampak langsung bagi pergerakan ekonomi kerakyataan sanagt keci?
Jika kita bandingkan dengan banyak Negara lain,misalkan Amerika atau Cina, bahwa pos terbesar yang mereka anggarkan adalah hampir 70% dipergunakan untuk pembelanjaan langsung yang diharapkan berdampak kepada pergerakan ekonomi rakyatnya,keyakinan adalah pilihan namun jangan sampai keyakinan pemerintah Indonesia yang berbeda dengan Negara lain malah membuat Indonesia semakin terpuruk.
Semuanya kembali berpulang pada pemerintah hanya mereka yang tahu tujuan detail stimulus fiskal ini dibuat,walau boleh dikatan anggaran stimulus fiskal Indonesia tak sebesar Negara lain namun dana ini adalah dana rakyat,dana yang seharusnya kembali untuk rakyat seyogyannya pemerintah memikiran lebih matang pos alokasi anggaran agar nantinya tak salah seperti orang yang menggarami lautan.
Atau lebih bijak bercermin dari pemikiran pakar ekonomi Negara lain yang mengatakan bahwa jika ada krisis ekonomi yang dahsyat tak ada kata lain pemerintah ibarat kata harus memberi peluang usaha rakyatnya sebesar-besarnya ,bila perlu rakyat diminta membuat lubang tanah kemudian dibayar,lalu diminta kembali menutup lubang tersebut dan dibayar lagi.
Baca yang lain : Stimulus Ekonomi,Stimulus Franchise
Salam Sahabat Selalu
Ketenaran Stimulus Fiskal juga merebak dikalangan pemerintah,seolah dengan stimulus fiskal keterperosokan ekonomi Indonesia akibat krisis global segera teratasi,tak sampai disitu sindrome stimulus fiskal juga terjadi di kalangan DPR walau sikapnya sedikit berbeda alias mengkritisi program tersebut,perbedaan ini muncul ketika kedua badan yang harusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat merasa pandangan masing-masing adalah yang paling benar.
Ragam pendapat sah-sah saja,perdebatan tak dilarang atau apapunlah namanya yang terpenting adalah bagaiman agar kehadiran stimulus fiskal dijalankan dengan cepat dan efektif, jangan hanya wacana yang dikembangkan dan diperdebatkan saja, apalagi mengingat stimulus fiskal telah di beritakan dari kapan hari oleh pemerintah ,bahkan jumlah serta alokasi anggarannya pun telah di umumkan (71.3 Triliun).
Ada hal yang tidak sinkron dan konsisten dalam program pemerintah tentang stimulus fiskal ini, awal dibuatnya program stimulus fiskal oleh pemerintah adalah bertujuan untuk menyediakan lahan pekerjaan baru,meningkatkan daya beli masyarakat dan mengerakan roda usaha dalam negeri,namun tujuan awal ini tak tampak bahkan terkesan aneh,bagaimana tidak aneh alokasi anggaran terbesar pada stimulus fiskal tersebut justru 60% dipergunakan untuk penurunan dan subsidi pajak.
Sedangkan anggaran yang harusnya berdampak langsung bagi masyarakat seperti misalkan pos pembelajaan pemerintah termasuk didalamnya pembangunan infrastruktur hanya dianggarkan 14% saja,jika hal ini yang terjadi maka akan timbul pertanyaan,sampai sejauh mana efektivitas stimulus fiskal ini kepada masyarakat jika anggaan yang berdampak langsung bagi pergerakan ekonomi kerakyataan sanagt keci?
Jika kita bandingkan dengan banyak Negara lain,misalkan Amerika atau Cina, bahwa pos terbesar yang mereka anggarkan adalah hampir 70% dipergunakan untuk pembelanjaan langsung yang diharapkan berdampak kepada pergerakan ekonomi rakyatnya,keyakinan adalah pilihan namun jangan sampai keyakinan pemerintah Indonesia yang berbeda dengan Negara lain malah membuat Indonesia semakin terpuruk.
Semuanya kembali berpulang pada pemerintah hanya mereka yang tahu tujuan detail stimulus fiskal ini dibuat,walau boleh dikatan anggaran stimulus fiskal Indonesia tak sebesar Negara lain namun dana ini adalah dana rakyat,dana yang seharusnya kembali untuk rakyat seyogyannya pemerintah memikiran lebih matang pos alokasi anggaran agar nantinya tak salah seperti orang yang menggarami lautan.
Atau lebih bijak bercermin dari pemikiran pakar ekonomi Negara lain yang mengatakan bahwa jika ada krisis ekonomi yang dahsyat tak ada kata lain pemerintah ibarat kata harus memberi peluang usaha rakyatnya sebesar-besarnya ,bila perlu rakyat diminta membuat lubang tanah kemudian dibayar,lalu diminta kembali menutup lubang tersebut dan dibayar lagi.
Baca yang lain : Stimulus Ekonomi,Stimulus Franchise
Salam Sahabat Selalu


