Metamorphosis - Entah digolongkan di mana keberadaan model usaha yang Kreditmart jalankan,jika dibilang gerai Kreditmart adalah Toko yang dikatagorikan sebagai Toko Elektronik Modern saja sangatlah tidak pas,karena didalam Toko tersebut juga tersedia Furniture dan Spring Bed,kalau dibilang sebagai Toko Retail Modern Elektronik dan Furniture sekaligus ternyata tidak demikian adanya,karena ternyata disana juga dijumpai ITcomm,ada juga Pulsa Handphone bahkan terdapat Sepeda Sport ,Genset dan Mesin Fax.
Kalau sudah demikian apakah cukup kita namakan saja Kreditmart sebagai Toko Retail Modern,sama dengan Carrefour,Giant atau Hypermart namun Kreditmart hanya bermain dengan space yang lebih kecil? Tapi kalau dibilang sama persis tidak juga, ,karena Kreditmart tidak menjual bahan makanan dan pakaian.
Belum lagi strategi dalam menjaring pelangganya,Kreditmart tidak mengandalkan orang datang alias kunjungan dari Traffik yang masuk ke Tokonya saja,melainkan kunjungan pelanggan yang datang karena imbas dari kiprah Salesman Kreditmart yang langsung berkunjung dari rumah kerumah calon pelanggan.
Kalau sudah demikian mau di golongkan kemana keberadaan jaringan Toko Retail Modern Kreditmart ini ? itulah contoh kecil fenomenal perkembangan Konsep Toko Retail Modern di Indonesia belakangan ini.
Agar sahabat tidak penasaran akan fenomenal ini, mari kita ikuti bagaimana sih nantinya perkembangan masa depan konsep Toko Retail Modern hingga tahun 2020,SMfr@nchise lah yang melakukan riset dan penelitian tentang hal ini, Menurut kajiaanya pula, Evolusi perkembangan Konsep Retail di Indonesia dapat di bagi atas beberapa tahapan.,didalam perjalanan dan perkembangan Retail di Indonesia ternyata ditemui bahwa Toko Retail selalu berevolusi setiap siklus 10 tahunan.
Namun belakangan ada kecenderungan siklus ini akan berjalan dalam periode yang lebih singkat. SMfr@nchise mencoba untuk membagi tahapan Evolusi Konsep Retail di Indonesia serta prediksi perkembangannya sampai tahun 2020. Evolusi Konsep Retail di Indonesia disimpulkan sebagai berikut :
1.Sebelum 1960-an : Era perkembangan Toko Retail dikuasai oleh Toko Tradisional atau para pedagang-pedagang independen.
2.Tahun 1960-an : Era perkenalan Toko Retail Modern dengan Konsep Department Store (Mass Merchandiser), ditandai dengan dibukanya Toko Retail pertama SARINAH di Jl. MH Thamrin Jakarta
3.Tahun 1970-1980-an: Era perkembangan Toko Retail Modern dengan Konsep Supermarket dan Department Store, ditandai dengan munculnya dan berkembangnya Toko Retailer Modern (Mass Merchandiser dan Grocery) seperti Matahari, Hero, Golden Truly, Pasar Raya dan Ramayana. Pada masa ini juga berkembang Konsep Drug Store, yang lebih dikenal dengan nama Apotik.
4.Tahun 1990-an : Era perkembangan Convenience Store (C-Store), High Class Departmet Store, Branded Boutique (High Fashion) dan Cash and Carry. Perkembangan C-store ditandai dengan maraknya pertumbuhan Indomaret dan AM/PM.
Perkembangan High Class department Store dan High Fashion Outlet, ditandai dengan masuknya SOGO, Metro, Seibu,Yaohan, Mark & Spencer dan berbagai outlet high fashion lainnya. Pekembangan Konsep Cash and Carry ditandai dengan berdirinya Makro, diikuti oleh Toko Retail lokal dengan konsep serupa misalnya GORO, Indogrosir dan Alfamart
5.Tahun 2000 - 2010 : Era perkembangan Hypermarket, Factory Outlet, Category Killer dan perkenalan dengan e-retailing. Era Hypermarket ditandai dengan berdirinya Continent Hypermarket dan Carrefour di tahun 1998. Pada tahun 2002 dibuka Hypermarket GIANT, dan beberapa gerai hypermarket lainnya.
Adanya kebutuhan akan barang bagus/bermerek dengan harga miring akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan mendorong perkembangan Category Killer dan Factory Oulet.
Di beberapa tahun ke depan, akan bermunculan category killer di berbagai kategori produk seperti Family Apparel, Consumer Electronic, Auto Aftermarket, Home/Bed/Bath, Home Improvement, Pet Supply, Craft/Hobby, Computer, Sporting Goods.
Melengkapi category killer yang telah berkembang saat ini seperti Department Store, Book Stores, Electronic, Office Supply dan Toy Stores. Berbagai factory outlet kini mulai menjamur di kota Bandung dan Jakarta, misalnya Millenia dan Metro Factory Outlet. Multipolar Group dengan LIPPOSHOP-nya berjasa dalam memperkenalkan e-retailing di Indonesia, contoh retailer yang berbasis internet misalnya sanur, click and drag dan gramedia on-line.
6.Tahun 2010-2020 : Era perkembangan Hard Discounter Store dan Catalog Services. Persaingan harga yang semakin sengit akan mengarahkan retailer mencari alternatif Konsep Retail yang lebih effisien. Sehingga pada masa itu akan menjamur format Hard Discounter menggantikan format Hypermarket. Format hardiscounter menawarkan produk sejenis dengan harga 15-30% lebih murah dibandingkan format retail lainnya.
Pada masa itu pula private label akan semakin populer. Selain itu untuk barang-barang tahan lama misalnya pakaian, appliances dan elektonik, akan berkembang melalui konsep Catalog Services.
Konsep ini memungkinkan retailer untuk menjual dengan harga lebih murah karena tidak mengeluarkan biaya investasi dan operasional toko secara fisik. Semakin memasyarakatnya kepemilikan PC dan akses internet akan mendorong pertumbuhan format catalog melalui e-retailing.
7.Setelah tahun 2020 : Era perkembangan e-retailing dan Toko Spesialisasi. Tingkat kepemilikan PC dan akses internet akan semakin merata di Indonesia, sehingga mendorong ke arah perkembangan e-retailing yang sesungguhnya.
Pemesanan dan pembayaran produk dilakukan melalui internet, bahkan pada masa tersebut kita dapat menggunakan handphone-PDA atau handheld terminal yang disediakan retailer untuk melakukan pembelian produk saat berkunjung ke supermarket.
Cukup scan barang yang akan kita beli dengan Handphone-PDA atau handheld, selanjutnya kita boleh langsung membayar dengan credit card secara on-line lewat peralatan tersebut atau dengan cash di cashier.
Kecenderungan berikutnya yang mungkin terjadi adalah toko spesialisasi akan menjamur, sehingga untuk membeli rokok misalnya, orang lebih senang pergi ke toko khusus yang menjual berbagai jenis rokok (Ciggarette Outlet), dengan harga yang tentu saja lebih bersaing.
Kesadaran yang tinggi atas perubahan yang cepat di industry Toko Retail Modern tersebut juag memaksa para raksasa Toko Retail Modern untuk melakukan inovasi terus menerus seperti misalnya yang dilakukan oleh Carrefour-Promodes saat menahan gempuran ALDI Hard Discounter, dengan membuka gerai DIA Hard Discounter.
Hal yang tidak tabu untuk menciptakan konsep baru Toko Retail Modern sekelas Carrefour juga diikuti Wal Mart dengan mendirikan Toko Retail Modern Sam Club,di Indonesia Toko Retail Hero pun melakukan hal serupa dengan mendirikan Hypermarket GIANT.
Sementara itu Matahari dan Ramayana mengembangkan dan menggabungkan Dual Concept antara Konsep Department Store yang dimiliki di gabungkan dengan Konsep Supermarket untuk menjadi Konsep Super Store (Super Center).
Nah jika sudah demikian,apalagi indikasi Evolusi ini juga telah dicermati oleh banyak pemainToko Retail Modern tidak terkecuali mereka yang berkelas dunia, maka mau tidak mau kita yang jauh lebih kecil dibanding mereka harus pula mengantisipasinya sejak jauh hari, kondisi kreatif ini bertujuan agar Investasi Usaha sahabat tidaklah sia-sia dikemudian hari.
Selain itu sahabat harus pula peka untuk menangkap Peluang Usaha yang ada, dengan mempersiapkan sedari awal disain konsep yang kreatif, infrastruktur yang kuat serta sumber daya yang siap akan memudahkan nantinya didalam menjalankan serta mengimplementasikan inovasi konsep baru tersebut ,
Akhirnya sekarang hingga 10 tahun ke depan hanya akan ada Toko Retail Modern yang dapat bertahan dengan kepopulerannya,Toko ini mempunyai ciri-ciri : unik,variasi produk yang lengkap serta ada dalam satu atap pelayanan,nyaman dan mempunyai jaringan dimana-mana.
Bukankah ciri-ciri itu dimiliki juga oleh Toko Retail Modern Kreditmart?Ayoo bersama Kreditmart kita wujudkan Toko Retail Modern popular masa kini, serta bersama Kreditmart pula kita ciptakan Peluang Usaha yang Kokoh dan Berjaya.
Jika sahabat berminat menjadi bagian dari Jaringan Toko Retail Modern Kreditmart silahkan mengirimkan email kepada kami di kreditmart@gmail.com
Salam Sahabat Selalu
Kalau sudah demikian apakah cukup kita namakan saja Kreditmart sebagai Toko Retail Modern,sama dengan Carrefour,Giant atau Hypermart namun Kreditmart hanya bermain dengan space yang lebih kecil? Tapi kalau dibilang sama persis tidak juga, ,karena Kreditmart tidak menjual bahan makanan dan pakaian.
Belum lagi strategi dalam menjaring pelangganya,Kreditmart tidak mengandalkan orang datang alias kunjungan dari Traffik yang masuk ke Tokonya saja,melainkan kunjungan pelanggan yang datang karena imbas dari kiprah Salesman Kreditmart yang langsung berkunjung dari rumah kerumah calon pelanggan.
Kalau sudah demikian mau di golongkan kemana keberadaan jaringan Toko Retail Modern Kreditmart ini ? itulah contoh kecil fenomenal perkembangan Konsep Toko Retail Modern di Indonesia belakangan ini.
Agar sahabat tidak penasaran akan fenomenal ini, mari kita ikuti bagaimana sih nantinya perkembangan masa depan konsep Toko Retail Modern hingga tahun 2020,SMfr@nchise lah yang melakukan riset dan penelitian tentang hal ini, Menurut kajiaanya pula, Evolusi perkembangan Konsep Retail di Indonesia dapat di bagi atas beberapa tahapan.,didalam perjalanan dan perkembangan Retail di Indonesia ternyata ditemui bahwa Toko Retail selalu berevolusi setiap siklus 10 tahunan.
Namun belakangan ada kecenderungan siklus ini akan berjalan dalam periode yang lebih singkat. SMfr@nchise mencoba untuk membagi tahapan Evolusi Konsep Retail di Indonesia serta prediksi perkembangannya sampai tahun 2020. Evolusi Konsep Retail di Indonesia disimpulkan sebagai berikut :
1.Sebelum 1960-an : Era perkembangan Toko Retail dikuasai oleh Toko Tradisional atau para pedagang-pedagang independen.
2.Tahun 1960-an : Era perkenalan Toko Retail Modern dengan Konsep Department Store (Mass Merchandiser), ditandai dengan dibukanya Toko Retail pertama SARINAH di Jl. MH Thamrin Jakarta
3.Tahun 1970-1980-an: Era perkembangan Toko Retail Modern dengan Konsep Supermarket dan Department Store, ditandai dengan munculnya dan berkembangnya Toko Retailer Modern (Mass Merchandiser dan Grocery) seperti Matahari, Hero, Golden Truly, Pasar Raya dan Ramayana. Pada masa ini juga berkembang Konsep Drug Store, yang lebih dikenal dengan nama Apotik.
4.Tahun 1990-an : Era perkembangan Convenience Store (C-Store), High Class Departmet Store, Branded Boutique (High Fashion) dan Cash and Carry. Perkembangan C-store ditandai dengan maraknya pertumbuhan Indomaret dan AM/PM.
Perkembangan High Class department Store dan High Fashion Outlet, ditandai dengan masuknya SOGO, Metro, Seibu,Yaohan, Mark & Spencer dan berbagai outlet high fashion lainnya. Pekembangan Konsep Cash and Carry ditandai dengan berdirinya Makro, diikuti oleh Toko Retail lokal dengan konsep serupa misalnya GORO, Indogrosir dan Alfamart
5.Tahun 2000 - 2010 : Era perkembangan Hypermarket, Factory Outlet, Category Killer dan perkenalan dengan e-retailing. Era Hypermarket ditandai dengan berdirinya Continent Hypermarket dan Carrefour di tahun 1998. Pada tahun 2002 dibuka Hypermarket GIANT, dan beberapa gerai hypermarket lainnya.
Adanya kebutuhan akan barang bagus/bermerek dengan harga miring akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan mendorong perkembangan Category Killer dan Factory Oulet.
Di beberapa tahun ke depan, akan bermunculan category killer di berbagai kategori produk seperti Family Apparel, Consumer Electronic, Auto Aftermarket, Home/Bed/Bath, Home Improvement, Pet Supply, Craft/Hobby, Computer, Sporting Goods.
Melengkapi category killer yang telah berkembang saat ini seperti Department Store, Book Stores, Electronic, Office Supply dan Toy Stores. Berbagai factory outlet kini mulai menjamur di kota Bandung dan Jakarta, misalnya Millenia dan Metro Factory Outlet. Multipolar Group dengan LIPPOSHOP-nya berjasa dalam memperkenalkan e-retailing di Indonesia, contoh retailer yang berbasis internet misalnya sanur, click and drag dan gramedia on-line.
6.Tahun 2010-2020 : Era perkembangan Hard Discounter Store dan Catalog Services. Persaingan harga yang semakin sengit akan mengarahkan retailer mencari alternatif Konsep Retail yang lebih effisien. Sehingga pada masa itu akan menjamur format Hard Discounter menggantikan format Hypermarket. Format hardiscounter menawarkan produk sejenis dengan harga 15-30% lebih murah dibandingkan format retail lainnya.
Pada masa itu pula private label akan semakin populer. Selain itu untuk barang-barang tahan lama misalnya pakaian, appliances dan elektonik, akan berkembang melalui konsep Catalog Services.
Konsep ini memungkinkan retailer untuk menjual dengan harga lebih murah karena tidak mengeluarkan biaya investasi dan operasional toko secara fisik. Semakin memasyarakatnya kepemilikan PC dan akses internet akan mendorong pertumbuhan format catalog melalui e-retailing.
7.Setelah tahun 2020 : Era perkembangan e-retailing dan Toko Spesialisasi. Tingkat kepemilikan PC dan akses internet akan semakin merata di Indonesia, sehingga mendorong ke arah perkembangan e-retailing yang sesungguhnya.
Pemesanan dan pembayaran produk dilakukan melalui internet, bahkan pada masa tersebut kita dapat menggunakan handphone-PDA atau handheld terminal yang disediakan retailer untuk melakukan pembelian produk saat berkunjung ke supermarket.
Cukup scan barang yang akan kita beli dengan Handphone-PDA atau handheld, selanjutnya kita boleh langsung membayar dengan credit card secara on-line lewat peralatan tersebut atau dengan cash di cashier.
Kecenderungan berikutnya yang mungkin terjadi adalah toko spesialisasi akan menjamur, sehingga untuk membeli rokok misalnya, orang lebih senang pergi ke toko khusus yang menjual berbagai jenis rokok (Ciggarette Outlet), dengan harga yang tentu saja lebih bersaing.
Kesadaran yang tinggi atas perubahan yang cepat di industry Toko Retail Modern tersebut juag memaksa para raksasa Toko Retail Modern untuk melakukan inovasi terus menerus seperti misalnya yang dilakukan oleh Carrefour-Promodes saat menahan gempuran ALDI Hard Discounter, dengan membuka gerai DIA Hard Discounter.
Hal yang tidak tabu untuk menciptakan konsep baru Toko Retail Modern sekelas Carrefour juga diikuti Wal Mart dengan mendirikan Toko Retail Modern Sam Club,di Indonesia Toko Retail Hero pun melakukan hal serupa dengan mendirikan Hypermarket GIANT.
Sementara itu Matahari dan Ramayana mengembangkan dan menggabungkan Dual Concept antara Konsep Department Store yang dimiliki di gabungkan dengan Konsep Supermarket untuk menjadi Konsep Super Store (Super Center).
Nah jika sudah demikian,apalagi indikasi Evolusi ini juga telah dicermati oleh banyak pemainToko Retail Modern tidak terkecuali mereka yang berkelas dunia, maka mau tidak mau kita yang jauh lebih kecil dibanding mereka harus pula mengantisipasinya sejak jauh hari, kondisi kreatif ini bertujuan agar Investasi Usaha sahabat tidaklah sia-sia dikemudian hari.
Selain itu sahabat harus pula peka untuk menangkap Peluang Usaha yang ada, dengan mempersiapkan sedari awal disain konsep yang kreatif, infrastruktur yang kuat serta sumber daya yang siap akan memudahkan nantinya didalam menjalankan serta mengimplementasikan inovasi konsep baru tersebut ,
Akhirnya sekarang hingga 10 tahun ke depan hanya akan ada Toko Retail Modern yang dapat bertahan dengan kepopulerannya,Toko ini mempunyai ciri-ciri : unik,variasi produk yang lengkap serta ada dalam satu atap pelayanan,nyaman dan mempunyai jaringan dimana-mana.
Bukankah ciri-ciri itu dimiliki juga oleh Toko Retail Modern Kreditmart?Ayoo bersama Kreditmart kita wujudkan Toko Retail Modern popular masa kini, serta bersama Kreditmart pula kita ciptakan Peluang Usaha yang Kokoh dan Berjaya.
Jika sahabat berminat menjadi bagian dari Jaringan Toko Retail Modern Kreditmart silahkan mengirimkan email kepada kami di kreditmart@gmail.com
Salam Sahabat Selalu



